Kamis, 12 November 2015

Fakta unik kuliner Indonesia

1. Ada lebih dari 17 jenis sambal, 17 jenis soto, dan 17 jenis sate tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

2. Ada lebih dari 8 jenis masakan tempe, 8 jenis rujak, 8 jenis pepes, dan 8 jenis krupuk di penjuru Indonesia.

3. Cuma di Indonesia 'kracker' dikenal dengan berbagai nama: krupuk, kripik, criping, emping, karak, rengginang, rambak, kemplang dll.

4. Sebelumnya, suku-suku di Indonesia punya makanan pokok masing-masing. Baru sejak pemerintahan Orde Baru makanan pokoknya diseragamkan menjadi nasi.

5. Orang Indonesia sangat suka masakan yang pedas. Takaran 'pedas' untuk orang luar Indonesia, adalah 'sedang' untuk orang Indonesia.

6. Indomie adalah makanan paling sering dicari oleh orang Indonesia di luar negeri yang sedang kangen rumah.

7. Banyak orang Indonesia merasa dirinya belum makan, kalau belum makan nasi. Bahkan kepuasan makan nasi, tidak bisa dikalahkan dengan makan lontong atau ketupat (yang notabene adalah produk olahan nasi juga).

8. Jumlah warung Tegal dan Rumah Makan Padang di Indonesia tidak bisa dihitung jumlahnya. Kita dapat menemukan Rumah Makan Padang di hampir semua daerah di Indonesia. Kecuali di Padang.

9. Karena masih satu rumpun, maka Indonesia, Malaysia dan Singapura pun 'berbagi' beberapa jenis dan nama makanan yang sama, seperti laksa, cendol, rendang, sate, rujak dll.

10. Maluku dikenal sebagai pulau rempah-rempah, dan rempah-rempah inilah yang membuat Indonesia ratusan tahun yang lalu diperebutkan negara-negara kolonial! Maluku bahkan masih dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pala terbesar di dunia.

11. Dressing khas Indonesia, namanya bumbu kacang. Bumbu kacang digunakan untuk dressing gado-gado, ketoprak, pecel, karedok, lotek. Atau untuk cocolan otak-otak, siomay, batagor dan banyak jenis makanan lain.

12. Teknik-teknik kuliner asli Indonesia sebenarnya dipengaruhi juga oleh bangsa-bangsa yang datang ke Indonesia seperti Timur Tengah, India, Cina dan Eropa (Belanda). Kecuali Jepang?!

13. Tidak semua orang Palembang bisa membuat empek-empek, dan tidak semua orang Bangka bisa membuat martabak.

14. Istilah Soto tidak ada terjemahannya dalam bahasa Inggris. Di luar negeri, Soto dan Sop disamakan.

15. Otak-otak tidak terbuat dari otak dan sate Laler tidak terbuat dari lalat, begitu juga roti buaya tidak mengandung bagian tubuh buaya. Orang Indonesia memang kreatif dalam menciptakan nama-nama yang spektakuler.

16. Bakwan adalah nama makanan yang sangat ambigu. Di kebanyakan tempat Bakwan berarti perkedel jagung. Di Surabaya, bakwan itu sejenis bakso. Sedangkan di Bangka Belitung, bakwan adalah sejenis empek-empek rebus yang berkuah
17. Jika memesan teh, di Jawa Tengah kita akan mendapatkan teh manis, dan di Jawa Barat kita akan mendapatkan teh tawar. Untuk mendapatkan teh tawar di Jawa Tengah kita harus spesifik mengatakan 'teh tawar', dan juga untuk mendapatkan teh manis di Jawa Barat, kita harus spesifik mengatakan 'teh manis'.
 

Hal-Hal Yang Membanggakan Indonesia Dimata Dunia

1. Republik Indonesia merupakan Negara
kepulauan terbesar di dunia
Yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk
9.634 pulau yang belum diberi nama dan
6.000 pulau yang tidak berpenghuni) . Disini
ada 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu :
Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia
dgn luas 539.460 km2), Sumatera (473.606
km2) dan Papua (421.981 km2).

2. Indonesia adalah Negara maritim
terbesar di dunia
Dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan
panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau
hampir 25% panjang pantai di dunia.

3. Pulau Jawa adalah pulau terpadat di
dunia
Dimana sekitar 60% hampir penduduk
Indonesia (sekitar 130 jt jiwa) tinggal di pulau
yang luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah
RI. Indonesia merupakan Negara dengan suku
bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat
lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di
Papua saja terdapat 270 suku.

4. Negara dengan bahasa daerah yang
terbanyak,
Yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa
induk yang digunakan berbagai suku bangsa di
Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa
Indonesia walaupun bahasa daerah dengan
jumlah pemakai terbanyak di Indonesia
adalah bahasa Jawa.

5. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia
Adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah
dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan
panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan
dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti
Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno
(750-850).

6. Tempat ditemukannya manusia purba
tertua di dunia,
Yaitu : Pithecanthropus Erectus yang
diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang
lalu.

7. Republik Indonesia adalah Negara
pertama yang lahir sesudah berakhirnya
Perang Dunia II. Pada tahun 1945.
RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.

8. Indonesia adalah Negara pertama
(hingga kini satu-satunya) yang pernah
keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa
(PBB)
Pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali
ke dalam PBB pada tahun 1966.

9. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang
terbanyak merebut lambing supremasi
bulutangkis pria,
Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama
kali th 1958 & terakhir 2002).

10. Indonesia adalah penghasil gas alam
cair (LNG) terbesar di dunia
(20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen
timah terbesar kedua.

11. Indonesia menempati peringkat 1 dalam
produk pertanian,
Yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta
no.2
dalam karet alam (Natural Rubber) dan
minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

12. Indonesia adalah pengekspor terbesar
kayu lapis
(Plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.

13. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia
adalah yang terkaya (18% dari total dunia).

14. Indonesia memiliki species ikan hiu
terbanyak didunia yaitu 150 species

15. Biodiversity Anggrek terbeser didunia :
6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar
(Anggrek Macan atau Grammatophyllum
Speciosum) sampai yang terkecil
(Taeniophyllum, yang tidak berdaun),
termasuk Anggrek Hitam yang langka dan
hanya terdapat di Papua.

16. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia.
Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah
pengikisan air laut/abrasi.

17. Binatang purba yang masih hidup
Komodo yang hanya terdapat di pulau
Komodo, NTT adalah kadal terbesar di dunia.
Panjangnya bias mencapai 3 meter dan
beratnya 90 kg.

18. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di
Sumatera adalah bunga terbesar di dunia.
Ketika bunganya mekar, diameternya
mencapai 1 meter.

19. Memiliki primata terkecil di dunia ,
Yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau
disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya
hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan
hidupnya diatas pohon ini terdapat di
Sulawesi.

20. Tempat ditemukannya ular terpanjang
di dunia
Yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter
di Sulawesi.

21. Ikan terkecil di dunia
Yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa
berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika
dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk.

Banyak kan kelebihannya? tinggal cara
mengolah dan memeliharanya saja yang harus
di
dukung dengan kepercayaan diri yang
hebat untuk memakai produk kita sendiri.

Dan masih banyak lagi...!!!

Tips Belajar yang baik

  1. Niatkan dalam diri, berikan motovasi belajar terlebih dahulu. Yakin dan berikan semangat dalam hati. Bahwa, dengan belajar kita dapat mendapatkan nilai yang baik di sekolah.
  2. Mulai belajar dengan membaca terlebih dahulu. Setelah membaca, buat resume dari buku yang Anda baca. Membaca sambil menulis meningkatkan kinerja ingatan pada otak Anda.
  3. Jika ada yang tidak dimengerti, jangan malu untuk bertnya. Dan jangan malu untuk menjawab pertanyaan dari orang lain. Belajar dari pertanyaan orang lain menambah pengetahuan Anda.
  4. Hindari dari perbuatan mencontek. Kerjakan ujian dengan jawaban sendiri. Dengan begitu, Anda akan tahu, sisi mana yang belum diketahui, dan sisi mana yang harus dipelajari.
  5. Belajar yang terlalu serius juga tidak baik untuk otak, beri jenjang waktu belajar dan refreshing. Bisa juga dilakukan dengan belajar kelompok, belajar kelompok menjadi alternative belajar yang efisien. Jika tidak ada yang dimengerti, Anda bisa bertanya langsung kepada teman belajar kelompok Anda.
  6. Buat perencanaan waktu belajar yang baik. Misalnya, jika Anda bersekolah dari jam 7 sampai dengan jam 2 siang, berikan waktu 2 jam pada jam 7 malam sampai dengan jam 9 untuk mengulang pelajaran di sekolah.
  7. Belajarlah dengan tekun, berlatih terus dengan berbagai soal pelajaran di sekolah.

10 Cara Sederhana membahagiakan Kedua Orangtua

10.  Hargai prinsip yang dianut orang tua 

Setiap orang tua pasti memiliki prinsip, nilai-nilai, dan jalan hidup yang mereka anut.  Prinsip tersebut bisa dalam hal berhubungan dengan orang lain, beragama, berbisnis, belajar, atau bekerja.  Orang tua tersebut pasti merasa yakin bahwa prinsip tersebut benar, bisa membawa ke arah kehidupan yang lebih baik, dan ingin anaknya ikut menganutnya.

Jika anda bisa mengikuti dan menerapkan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh orang tua, maka hal itu sangat bagus.  Namun jika anda tidak setuju dan tidak bisa menganutnya, maka setidaknya hargai.  Jangan menyerang secara terang-terangan prinsip yang dianut oleh orang tua, karena hal itu bisa melukai hati mereka sangat dalam.  Jika tidak setuju, cukup diam, jalani apa yang anda yakini, dan cobalah hindari percakapan tentang hal ini di depan orang tua.



9.  Lakukan sesuatu tanpa diminta


Sewaktu kecil, tentu kita masih ingat bagaimana ayah dan ibu menyuruh kita untuk melakukan berbagai hal, mulai dari belajar, membantu orang tua, dan hal-hal yang berhubungan dengan orang lain.  Terkadang, kita merasa kesal menjalankan perintah-perintah tersebut.  Baru setelah dewasa, mungkin kita merasa bersyukur dan berterimakasih atas berbagai "suruhan" orang tua kita semasa kecil.

Satu hal yang membuat orang tua merasa lega dan bahagia adalah apabila kita melakukan tugas-tugas kita tanpa diperintah.  Jangan salah, orang tua juga terkadang merasa sedih saat menyuruh anaknya melakukan hal-hal yang tidak disukainya.  Namun demi kebaikan sang anak sendiri, para orangtua tersebut rela menahan rasa pedih di hati.



8.  Patuh

Sikap ini terdengar mudah, namun tidak semudah yang diperkirakan.  Tak perlu berbagai hal besar untuk membuat orang tua kita bahagia.  Kita cukup patuh terhadap aturan-aturan serta nasihat yang sudah mereka berikan.  Setiap kali anda hendak membantah perintah orang tua, cobalah pikirkan terlebih dahulu masak-masak, karena orang tua selalu mengingikan hal yang terbaik bagi anaknya di balik setiap perintah dan anjurannya.

Patuh kepada orang tua juga sebenarnya menyelamatkan diri anda sendiri, walaupun terkadang sangat tidak menyenangkan untuk menjalaninya.  Sikap patuh juga membuat hati orang tua kita menjadi lebih tenang dan tidak dihantui perasaan khawatir.



7.  Berterimakasih


Satu lagi hal kecil yang mudah untuk dilakukan namun kerap terlupakan.  Memang, sebesar apapun perbuatan kita untuk berterimakasih kepada orang tua, hal ini tidak akan bisa membalas kasih sayang yang sudah mereka limpahkan sejak kita masih kecil.  Oleh karena itu, hal yang paling penting dalam berterimakasih adalah ketulusan dan rasa kasih sayang.

Rasa terimakasih bisa ditunjukkan dengan cara memberi ucapan selamat saat mereka berulang tahun, melakukan berbagai hal untuk membantu mereka, atau secara sederhana saja, cukup ucapkan "terima kasih" setiap kali anda teringat akan jasa-jasa kedua orang tua.



6.  Jangan berbohong pada mereka

Orang tua sangat memahami anaknya, dan bahkan ketika sang anak berbohong, mereka dengan mudah mengetahuinya.  Terkadang karena tidak ingin membuat sang anak sakit hati, mereka berpura-pura tidak tahu bahwa kita sedang berbohong.  Tentu saja, hal ini membuat orang tua tersakiti hatinya sekaligus menjadi sangat khawatir.

Oleh karena itu, jangan berbohong kepada orang tua.  Usahakan untuk selalu jujur, karena walaupun menyakitkan, kejujuran tidak akan lebih sakit daripada perasaan dibohongi oleh anak sendiri.  Yakinlah bahwa orang tua selalu memahami dan memaklumi setiap tindakan anda.



5.  Hibur orang tua anda


Walaupun terkesan tegar dan kuat, kita harus sadar bahwa orang tua adalah manusia biasa.  Terkadang mereka melalui masa-masa sulit yang membuat hati mereka sedih.  Hanya karena tak ingin anaknya merasa khawatir, para orang tua memilih untuk menyembunyikan kesedihan mereka.  Nah, inilah hal yang harus kita sadari sebagai seorang anak yang baik.

Jika anda melihat tanda-tanda orang tua sedang bersedih, jangan ragu untuk menghiburnya.  Ajak mereka bicara, dengarkan keluh-kesahnya, genggam tangannya, dan peluklah orang tua anda.  Tindakan yang sepintas remeh ini sangat berarti bagi orang tua anda, dan membuatnya lebih semangat dalam menjalani kehidupan.



4.  Dengarkan nasihat mereka

Sudah sewajarnya apabila ayah dan ibu kita ingin didengarkan.  Tak jarang kita merasa jengkel dengan berbagai nasihat yang mereka katakan berulang-ulang, atau berbagai petuah tentang hidup yang diceritakan berkali-kali.  Cobalah untuk menahan rasa kesal dan jengkel di dalam hati, karena sebenarnya di balik setiap nasihat tersebut tersimpan doa dan harapan orang tua pada anaknya.

Tak ada tujuan lain dari orang tua ketika memberikan nasihat selain untuk membuat anaknya menjadi orang yang lebih baik.  Walaupun saat ini terasa sedikit menyebalkan, mungkin suatu saat di masa depan, anda akan sangat merindukan nasihat-nasihat dari ayah dan ibu.



3.  Ingat tentang keberadaan orang tua anda


Terutama jika anda sudah memiliki kehidupan sendiri dan keluar dari rumah orang tua, jangalah sekali-kali melupakan mereka.  Cobalah untuk menelepon dan memberikan kabar secara rutin, sehingga orang tua merasa tenang, tidak khawatir, dan merasa diperhatikan.  Luangkan pula waktu-waktu tertentu untuk bertemu dan menjenguk kedua orang tua anda.

Telepon singkat, atau bahkan pesan untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada orang tua bisa menjadi sangat berkesan bagi mereka; terutama jika anda sedang jauh dari rumah.  Tunjukkanlah pada orang tua bahwa anda masih dan selalu mengaggap mereka sebagai orang yang penting di dalam hidup.



2.  Jadilah orang sukses

Tak ada yang lebih diinginkan oleh kedua orang tua anda selain melihat anaknya menjadi orang yang sukses dan berhasil dalam hidupnya.  Sukses bisa berarti dalam hal pendidikan, karir, kehidupan rumah tangga, maupun kehidupan spiritual/ agama.  Oleh karena itu, berusahalah untuk meraih prestasi semaksimal mungkin di setiap bidang yang anda jalani, untuk kebahagiaan orang tua, dan untuk kehidupan anda sendiri.

Beberapa waktu yang lalu kami menerbitkan artikel tentang "10 Tips Menjadi Orang Sukses" yang bisa berguna bagi anda untuk meraih hal ini.  Satu hal yang perlu diingat, jangan sampai membuat orang tua merasa bersedih dalam usaha anda meraih kesuksesan.



1.  Jadilah orang yang baik


Apa yang lebih diharapkan oleh orang tua selain melihat anda menjadi orang yang sukses?  Jawabannya adalah melihat anda menjadi orang yang baik.  Yang dimaksud "baik" dalam hal ini adalah individu yang bisa berguna bagi masyarakat, taat terhadap berbagai peraturan, norma sosial, maupun aturan agama.  "Baik" juga bisa berarti jauh dari hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat, misalkan jauh dari kriminalitas, narkoba, korupsi, dan berbagai hal buruk lainnya.

Orang tua akan merasa sangat bahagia apabila anak yang dibesarkannya mampu menjadi orang baik-baik.  Mereka bisa hidup tenang apabila sudah yakin bahwa anaknya mampu merawat dirinya sendiri.  Oleh karena itu, setiap kali anda tergoda untuk melakukan hal-hal buruk, ingatlah sosok kedua orang tua.  Ingatlah kasih sayang dan pengorbanan yang sudah mereka berikan untuk membesarkan anda, dengan harapan anda mampu menjadi orang yang baik dan berguna bagi sesama.

Kasih Sepanjang Jalan

Di stasiun kereta api bawah tanah Tokyo, aku merapatkan mantel wol tebalku erat-erat. Pukul 5 pagi. Musim dingin yang hebat. Udara terasa beku mengigit. Januari ini memang terasa lebih dingin dari tahun-tahun sebelumnya. Di luar salju masih turun dengan lebat sejak kemarin. Tokyo tahun ini terselimuti salju tebal, memutihkan segenap pemandangan.
Stasiun yang selalu ramai ini agak sepi karena hari masih pagi. Ada seorang kakek tua di ujung kursi, melenggut menahan kantuk. Aku melangkah perlahan ke arah mesin minuman. Sesaat setelah sekeping uang logam aku masukkan, sekaleng capucino hangat berpindah ke tanganku. Kopi itu sejenak menghangatkan tubuhku, tapi tak lama karena ketika tanganku menyentuh kartu pos di saku mantel, kembali aku berdebar.
Tiga hari yang lalu kartu pos ini tiba di apartemenku. Tidak banyak beritanya, hanya sebuah pesan singkat yang dikirim adikku, "Ibu sakit keras dan ingin sekali bertemu kakak. Kalau kakak tidak ingin menyesal, pulanglah meski sebentar, kakc". Aku mengeluh perlahan membuang sesal yang bertumpuk di dada. Kartu pos ini dikirim Asih setelah beberapa kali ia menelponku tapi aku tak begitu menggubris ceritanya. Mungkin ia bosan, hingga akhirnya hanya kartu ini yang dikirimnya. Ah, waktu seperti bergerak lamban, aku ingin segera tiba di rumah, tiba-tiba rinduku pada ibu tak tertahan. Tuhan, beri aku waktu, aku tak ingin menyesalc
Sebenarnya aku sendiri masih tak punya waktu untuk pulang. Kesibukanku bekerja di sebuah perusahaan swasta di kawasan Yokohama, ditambah lagi mengurus dua puteri remajaku, membuat aku seperti tenggelam dalam kesibukan di negeri sakura ini. Inipun aku pulang setelah kemarin menyelesaikan sedikit urusan pekerjaan di Tokyo. Lagi-lagi urusan pekerjaan.
Sudah hampir dua puluh tahun aku menetap di Jepang. Tepatnya sejak aku menikah dengan Emura, pria Jepang yang aku kenal di Yogyakarta, kota kelahiranku. Pada saat itu Emura sendiri memang sedang di Yogya dalam rangka urusan kerjanya. Setahun setelah perkenalan itu, kami menikah.
Masih tergambar jelas dalam ingatanku wajah ibu yang menjadi murung ketika aku mengungkapkan rencana pernikahan itu. Ibu meragukan kebahagiaanku kelak menikah dengan pria asing ini. Karena tentu saja begitu banyak perbedaan budaya yang ada diantara kami, dan tentu saja ibu sedih karena aku harus berpisah dengan keluarga untuk mengikuti Emura. Saat itu aku berkeras dan tak terlalu menggubris kekhawatiran ibu.
Pada akhirnya memang benar kata ibu, tidak mudah menjadi istri orang asing. Di awal pernikahan begitu banyak pengorbanan yang harus aku keluarkan dalam rangka adaptasi, demi keutuhan rumah tangga. Hampir saja biduk rumah tangga tak bisa kami pertahankan. Ketika semua hampir karam, Ibu banyak membantu kami dengan nasehat-nasehatnya. Akhirnya kami memang bisa sejalan. Emura juga pada dasarnya baik dan penyayang, tidak banyak tuntutan.
Namun ada satu kecemasan ibu yang tak terelakkan, perpisahan. Sejak menikah aku mengikuti Emura ke negaranya. Aku sendiri memang sangat kesepian diawal masa jauh dari keluarga, terutama ibu, tapi kesibukan mengurus rumah tangga mengalihkan perasaanku. Ketika anak-anak beranjak remaja, aku juga mulai bekerja untuk membunuh waktu.
Aku tersentak ketika mendengar pemberitahuan keretaNarita Expres yang aku tunggu akan segera tiba. Waktu seperti terus memburu, sementara dingin semakin membuatku menggigil. Sesaat setelah melompat ke dalam kereta aku bernafas lega. Udara hangat dalam kereta mencairkan sedikit kedinginanku. Tidak semua kursi terisi di kereta ini dan hampir semua penumpang terlihat tidur. Setelah menemukan nomor kursi dan melonggarkan ikatan syal tebal yang melilit di leher, aku merebahkan tubuh yang penat dan berharap bisa tidur sejenak seperti mereka. Tapi ternyata tidak, kenangan masa lalu yang terputus tadi mendadak kembali berputar dalam ingatanku.
Ibu..ya betapa kusadari kini sudah hampir empat tahun aku tak bertemu dengannya. Di tengah kesibukan, waktu terasa cepat sekali berputar. Terakhir ketika aku pulang menemani puteriku, Rikako dan Yuka, liburan musim panas. Hanya dua minggu di sana, itupun aku masih disibukkan dengan urusan kantor yang cabangnya ada di Jakarta. Selama ini aku pikir ibu cukup bahagia dengan uang kiriman ku yang teratur setiap bulan. Selama ini aku pikir materi cukup untuk menggantikan semuanya. Mendadak mataku terasa panas, ada perih yang menyesakkan dadaku. "Aku pulang bu, maafkan keteledoranku selama inic" bisikku perlahan.
Cahaya matahari pagi meremang. Kereta api yang melesat cepat seperti peluru ini masih terasa lamban untukku. Betapa masih jauh jarak yang terentang. Aku menatap ke luar. Salju yang masih saja turun menghalangi pandanganku. Tumpukan salju memutihkan segenap penjuru. Tiba-tiba aku teringat Yuka puteri sulungku yang duduk di bangku SMA kelas dua. Bisa dikatakan ia tak berbeda dengan remaja lainnya di Jepang ini. Meski tak terjerumus sepenuhnya pada kehidupan bebas remaja kota besar, tapi Yuka sangat ekspresif dan semaunya. Tak jarang kami berbeda pendapat tentang banyak hal, tentang norma-norma pergaulan atau bagaimana sopan santun terhadap orang tua.
Aku sering protes kalau Yuka pergi lama dengan teman-temannya tanpa idzin padaku atau papanya. Karena aku dibuat menderita dan gelisah tak karuan dibuatnya. Terus terang kehidupan remaja Jepang yang kian bebas membuatku khawatir sekali. Tapi menurut Yuka hal itu biasa, pamit atau selalu lapor padaku dimana dia berada, menurutnya membuat ia stres saja. Ia ingin aku mempercayainya dan memberikan kebebasan padanya. Menurutnya ia akan menjaga diri dengan sebaik-baiknya. Untuk menghindari pertengkaran semakin hebat, aku mengalah meski akhirnya sering memendam gelisah.
Riko juga begitu, sering ia tak menggubris nasehatku, asyik dengan urusan sekolah dan teman-temannya. Papanya tak banyak komentar. Dia sempat bilang mungkin itu karena kesalahanku juga yang kurang menyediakan waktu buat mereka karena kesibukan bekerja. Mereka jadi seperti tidak membutuhkan mamanya. Tapi aku berdalih justru aku bekerja karena sepi di rumah akibat anak-anak yang berangkat dewasa dan jarang di rumah. Dulupun aku bekerja ketika si bungsu Riko telah menamatkan SD nya. Namun memang dalam hati ku akui, aku kurang bisa membagi waktu antara kerja dan keluarga.
Melihat anak-anak yang cenderung semaunya, aku frustasi juga, tapi akhirnya aku alihkan dengan semakin menenggelamkan diri dalam kesibukan kerja. Aku jadi teringat masa remajaku. Betapa ku ingat kini, diantara ke lima anak ibu, hanya aku yang paling sering tidak mengikuti anjurannya. Aku menyesal. Sekarang aku bisa merasakan bagaimana perasaan ibu ketika aku mengabaikan kata-katanya, tentu sama dengan sedih yang aku rasakan ketika Yuka jatau Riko juga sering mengabaikanku. Sekarang aku menyadari dan menyesali semuanya. Tentu sikap kedua puteri ku adalah peringatan yang Allah berikan atas keteledoranku dimasa lalu. Aku ingin mencium tangan ibu....
Di luar salju semakin tebal, semakin aku tak bisa melihat pemandangan, semua menjadi kabur tersaput butiran salju yang putih. Juga semakin kabur oleh rinai air mataku. Tergambar lagi dalam benakku, saat setiap sore ibu mengingatkan kami kalau tidak pergi mengaji ke surau. Ibu sendiri sangat taat beribadah. Melihat ibu khusu' tahajud di tengah malam atau berkali-kali mengkhatamkan alqur'an adalah pemandangan biasa buatku. Ah..teringat ibu semakin tak tahan aku menanggung rindu. Entah sudah berapa kali kutengok arloji dipergelangan tangan.
Akhirnya setelah menyelesaikan semua urusanboarding-pass di bandara Narita, aku harus bersabar lagi di pesawat. Tujuh jam perjalanan bukan waktu yang sebentar buat yang sedang memburu waktu seperti aku. Senyum ibu seperti terus mengikutiku.Syukurlah, Window-seat, no smoking area, membuat aku sedikit bernafas lega, paling tidak untuk menutupi kegelisahanku pada penumpang lain dan untuk berdzikir menghapus sesak yang memenuhi dada. Melayang-layang di atas samudera fasifik sambil berdzikir memohon ampunan-Nya membuat aku sedikit tenang. Gumpalan awan putih di luar seperti gumpalan-gumpalan rindu pada ibu.
Yogya belum banyak berubah. Semuanya masih seperti dulu ketika terakhir aku meninggalkannya. Kembali ke Yogya seperti kembali ke masa lalu. Kota ini memendam semua kenanganku. Melewati jalan-jalan yang dulu selalu aku lalui, seperti menarikku ke masa-masa silam itu. Kota ini telah membesarkanku, maka tak terbilang banyaknya kenangan didalamnya. Terutama kenangan-kenangan manis bersama ibu yang selalu mewarnai semua hari-hariku. Teringat itu, semakin tak sabar aku untuk bertemu ibu.
Rumah berhalaman besar itu seperti tidak lapuk dimakan waktu, rasanya masih seperti ketika aku kecil dan berlari-lari diantara tanaman-tanaman itu, tentu karena selama ini ibu rajin merawatnya. Namun ada satu yang berubah, ibu...
Wajah ibu masih teduh dan bijak seperti dulu, meski usia telah senja tapi ibu tidak terlihat tua, hanya saja ibu terbaring lemah tidak berdaya, tidak sesegar biasanya. Aku berlutut disisi pembaringannya, "Ibu...Rini datang, bu..", gemetar bibirku memanggilnya. Ku raih tangan ibu perlahan dan mendekapnya didadaku. Ketika kucium tangannya, butiran air mataku membasahinya. Perlahan mata ibu terbuka dan senyum ibu, senyum yang aku rindu itu, mengukir di wajahnya. Setelah itu entah berapa lama kami berpelukan melepas rindu. Ibu mengusap rambutku, pipinya basah oleh air mata. Dari matanya aku tahu ibu juga menyimpan derita yang sama, rindu pada anaknya yang telah sekian lama tidak berjumpa. "Maafkan Rini, Bu.." ucapku berkali-kali, betapa kini aku menyadari semua kekeliruanku selama ini.